Minggu, 08 September 2019

Kenangan tentang Kita yang mungkin akan selalu Aku ingat

KENANGAN


Ini bukan tentang Aku, tapi ini hanya sebuah cerita pemanis yang mungkin sering dialami seseorang di dalam duania cerita fiksi. Yang mungkin tidak pernah terjadi dalam dunia nyata.



Serpihan Kenangan ini mengingatkan aku tentang Dermaga sore itu. Mengingatkan aku tentang kamu dan segalanya. Cakrawala dengan keindahannya setia menemani. Semarak para penikmat senja turut menghibur hati. Kamu dan Aku terperangkap dalam keheningan yang cukup lama. Kamu yang tenang menikmati hembusan angin dan indahnya langit sore. Aku yang setia menatap siluet kamu oleh senja.

Terpaan angin perlahan mendekap tubuhku yang saat itu hanya mengenakan kaos. Lenguhan kecil terdengar dari bibir mungilku.Kamu menoleh sedangkan Aku menunduk. Dalam hati Aku tidak ingin semua keindahan ini berakhir hanya karena aku. Kamu mendekat dan bertanya. "Kamu kedinginan? Jangan jawab. Kalau kamu jawab pasti bilangnya nggak dingin. Emang cewek gitu." Kamu dengan tenang melepas jaket yang menempel pada tubuh kamu. Dan menyerahkan jaket itu kepadaku. Aku tersenyum dalam dia dan menikmati setiap detiknya. Namun, hal indah dan menyenangkan di Dermaga itu harus usai dan lenyap.

Karena pada saat ini kamu hanya menjadi bayangan semu untukku yang tak bisa kuraih kembali. Sekuat apapun aku mencoba, aku dan kamu akan tetap sama. Diam dan menjauh tanpa menoleh.
Terimakasih karena kamu, aku mengerti tentang segala hal. Aku tidak akan pernah bosan untuk selalu mengingat kenangan kecil bersamamu. Meskipun kamu telah lupa akan Aku.

Dermaga Sore

2 komentar: